Dalam e-booknya dikatakan sarapan atau breakfast bisa diartikan buka puasa (break fasting). Artinya sarapan bukan lantas diartikan makan setelah bangun tidur atau sebelum menjalani hari. Demikian Deddy mendefinisikan sarapan.
Sementara itu dari studi yang didapatkan Deddy menyimpulkan bahwa sarapan tidak berhubungan dengan jumlah makanan yang akan disantap pada jadwal makan selanjutnya, yaitu makan siang dan malam. Dalam asumsi yang berkembang selama ini, sarapan bisa membuat seseorang lebih sedikit mengambil porsi makan siang dan makan malamnya. Artinya, orang tidak lantas akan kelaparan lalu mencari ganti porsi yang ditinggalkannya pada waktu makan siang.
“Apabila Anda biasa rakus maka Anda akan tetap rakus baik sudah atau belum makan pagi,” kata Deddy dalam e-book OCD.
Oleh karena itu, menurut Deddy, seberapa banyak seseorang mengonsumsi makanan sebenarnya lebih dipengaruhi oleh kebiasaan yang terekam dalam otak. Jumlah makanan yang dikonsumsi dalam satu hari tidak dihitung dengan sudah atau belumnya seseorang makan pagi, Mengapa Harus Meninggalkan Sarapan di OCD.
